Kenapa Anjing Bisa Membedakan Orang Jahat dan Orang Baik?

- November 01, 2017

Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang selain bisa diajak bermain, dia juga bisa dilatih untuk menjaga rumah atau mendeteksi ancaman yang mendekat. Anjing juga dianggap hewan peliharaan yang setia dan sangat pintar bergaul.

Dalam suatu penelitian yang telah dilakukan baru-baru ini dan telah diterbitkan dalam jurnal PLOSOne (18/10/2017), membuktikan bahwa kemampuan anjing untuk membedakan orang baik dan jahat tidak berasal dari naluri anjing itu sendiri, melainkan berasal dari pengalaman anjing yang lebih banyak bersama manusia.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan membagi menjadi 3 kelompok anjing. Yaitu kelompok rumahan (family dog), kelompok penampungan (shelter dog) dan yang terakhir ada kelompok Pup (anak anjing).

Dalam melakukan eksperimen tersebut, terdapat tiga orang peneliti yang memiliki peran masing-masing. Orang pertama bertugas untuk menangani anjing, orang kedua sebagai orang baik yang memberikan makanan kepada para anjing. Dan orang ketiga sebagai orang egois yang tidak mau membagi makanan tersebut dengan para anjing.

Dalam kasus tersebut ternyata anjing dewasa lebih memilih untuk menghampiri orang kedua yang bertugas sebagai orang dermawan yang membiarkan makanannya dimakan oleh anjing. Sedangkan anak anjing tidak memiliki kemampuan untuk membedakannya.

Jadi mereka menyimpulkan bahwa kemampuan mereka untuk membedakan antara orang baik atau jahat bukan karena insting atau naluri mereka, melainkan berdasarkan pengalaman bertahun-tahun mereka bersama dan berinteraksi dengan manusia.

Dalam sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh para peneliti Jepang, juga menunjukkan kalau seekor anjing akan menghindari orang-orang yang bersikap buruk terhadap pemiliknya. Bahkan anjing juga bisa menolak pemberian makanan dari orang yang tidak disukainya.

Jadi dengan penelitian tersebut jelaslah sudah, kenapa anjing bisa membedakan orang baik dan orang jahat. Bukan karena insting atau karena anjing bisa mencium bau kejahatan, melainkan berdasarkan pengalaman mereka selama bertahun-tahun yang selalu mengamati orang-orang yang ada di sekitarnya.

Foto by iStock

Berikan pendapatmu dengan berkomentar di sini! Dan bijaksanalah dalam berkomentar!
EmoticonEmoticon

 

Cari Apa Bro/Sis? Tulis Aja, Jangan Lupa di Enter!